Menghitung ukuran posisi
What you learn in 3 minutesPelajarannya sederhana: ukuran posisi bukan angka yang ditebak, melainkan hasil pembagian tiga angka yang sudah Anda miliki sebelum masuk pasar.
Contoh dengan risiko Rp300.000 dan stop 25 pip
| Step | Amount | Note |
|---|---|---|
| Risiko yang dipilih | Rp300.000 | batas kerugian pada satu posisi, ditetapkan sebelum menghitung apa pun |
| Jarak stop | 25 pip | jarak dari harga masuk ke level stop pada XAU/USD di sekitar 2.410,00 |
| Nilai pip per lot | Rp150.000 | angka contoh saja; nilai pip satu lot standar XAU/USD berbeda-beda antar broker dan ukuran kontrak |
| Langkah pertama | Rp300.000 dibagi 25 = Rp12.000 | nilai kerugian yang boleh berjalan pada setiap pip |
| Langkah kedua | Rp12.000 dibagi Rp150.000 = 0,08 | hasilnya adalah ukuran posisi dalam lot |
| Ukuran posisi | 0,08 lot | dibulatkan sesuai aturan broker, biasanya ke bawah |
Broker dapat membulatkan ukuran posisi ke langkah lot terkecil, memakai nilai pip yang berbeda, serta menambah biaya seperti spread dan komisi. Semua itu mengubah hasil akhir, jadi periksa spesifikasi kontrak di akun Anda.
The mistake people make here
Banyak orang memilih ukuran posisi lebih dulu, misalnya 0,50 lot, lalu menaruh stop di tempat yang terasa nyaman. Cara itu membuat risiko rupiah menjadi hasil akhir, bukan angka yang Anda kendalikan. Akibatnya, satu posisi bisa memakai porsi akun yang jauh lebih besar dari rencana. Sebaiknya tetapkan risiko rupiah dan jarak stop lebih dahulu, baru hitung lotnya, dan bulatkan ke bawah bila hasilnya tidak bulat.Check yourself
Jika risiko Rp240.000 dan jarak stop 20 pip, berapa nilai kerugian yang boleh berjalan pada setiap pip?
Rp240.000 dibagi 20 sama dengan Rp12.000 per pip.
Dengan nilai pip Rp150.000 per lot, berapa ukuran posisi untuk Rp12.000 per pip?
Rp12.000 dibagi Rp150.000 sama dengan 0,08 lot.
Jika broker hanya menerima kelipatan 0,05 lot, ukuran mana yang dipakai?
0,05 lot, karena dibulatkan ke bawah agar risiko rupiah tidak melebihi rencana.