Lot: standar, mini, dan mikro
What you learn in 3 minutesLot adalah ukuran seberapa banyak instrumen yang dikendalikan oleh satu posisi. Satu lot standar berarti 100.000 unit, lot mini sepersepuluhnya yaitu 10.000 unit, dan lot mikro seperseratusnya yaitu 1.000 unit.
Tiga ukuran lot pada dana Rp8.000.000
| Step | Amount | Note |
|---|---|---|
| Dana awal | Rp8.000.000 | Angka contoh, setara sekitar 500 dolar AS pada kurs yang dipakai di sini. |
| Ukuran lot | 1,00 lot | Satu lot standar, yaitu 100.000 unit XAU/USD. |
| Nilai per poin pada 1,00 lot | bervariasi | Nilai satu poin XAU/USD untuk satu lot standar berbeda di tiap broker dan bergantung pada ukuran kontrak. Angka ini tidak ditetapkan di sini. |
| Ukuran lot | 0,10 lot | Lot mini, sepersepuluh dari lot standar, yaitu 10.000 unit. |
| Nilai per poin pada 0,10 lot | bervariasi | Satu per sepuluh dari nilai per poin pada 1,00 lot, karena ukuran kontraknya sepersepuluh. Angka pastinya mengikuti broker. |
| Ukuran lot | 0,01 lot | Lot mikro, seperseratus dari lot standar, yaitu 1.000 unit. |
| Nilai per poin pada 0,01 lot | bervariasi | Satu per seratus dari nilai per poin pada 1,00 lot. Angka pastinya mengikuti broker. |
| Jarak stop 50 poin pada 1,00 lot | bervariasi | Risiko rupiah sama dengan 50 dikali nilai per poin pada 1,00 lot. Karena nilai per poin bervariasi, hasil rupiahnya juga bervariasi. |
| Jarak stop 50 poin pada 0,10 lot | bervariasi | Risiko rupiah sama dengan 50 dikali nilai per poin pada 0,10 lot, yaitu sepersepuluh dari baris sebelumnya. |
| Jarak stop 50 poin pada 0,01 lot | bervariasi | Risiko rupiah sama dengan 50 dikali nilai per poin pada 0,01 lot, yaitu seperseratus dari baris 1,00 lot. |
Broker dapat membulatkan ukuran lot, menetapkan ukuran kontrak yang berbeda, menambahkan biaya seperti spread dan komisi, serta memakai kurs konversi sendiri saat menampilkan nilai dalam rupiah. Karena itu, periksa spesifikasi kontrak di platform masing-masing.
The mistake people make here
Banyak pemula memilih ukuran lot karena terlihat kecil, lalu lupa bahwa nilai per poin berbeda di tiap broker. Akibatnya, risiko rupiah yang sebenarnya baru terlihat setelah posisi dibuka. Sebelum masuk, hitung dulu risiko dengan rumus jarak stop dikali nilai per poin, lalu bandingkan dengan dana. Jika hasilnya terasa berat, kecilkan ukuran lot atau lebarkan jarak stop dengan ukuran lot yang lebih kecil.Check yourself
Jika satu posisi 0,10 lot memakai jarak stop 40 poin, dan nilai per poin pada 0,10 lot adalah Rp50.000, berapa risiko rupiahnya?
40 dikali Rp50.000 sama dengan Rp2.000.000.
Jika ukuran lot diturunkan dari 0,10 menjadi 0,01, dan nilai per poin pada 0,10 lot adalah Rp50.000, berapa nilai per poin pada 0,01 lot?
Rp50.000 dibagi 10 sama dengan Rp5.000 per poin.
Dengan nilai per poin Rp5.000 pada 0,01 lot dan jarak stop 40 poin, berapa risiko rupiahnya?
40 dikali Rp5.000 sama dengan Rp200.000.